Pertama, Real Madrid akan bertemu Bayern Munich. Pertandingan ini akan menjadi pusat perhatian pada semifinal Liga Champions musim ini.
Bagaimana tidak, baik Madrid dan Bayern diisi oleh pemain-pemain kelas wahid dengan harga yang cukup mahal. Bisa dikatakan, ini adalah pertandingan yang paling mahal di musim 2013/14.
Menurut transfermarkt, nilai skuad Madrid berkisar di angka 505 juta poundsterling atau setara dengan Rp9,6 triliun. Sedangkan, harga satu tim Bayern adalah 470 juta poundsterling, senilai dengan Rp9 triliun.
Satu pertandingan lain adalah Atletico Madrid melawan Chelsea. Ini juga sangat menarik. Kedua tim sebenarnya hanya berstatuskan sebagai kuda hitam di awal musim.
Namun, secara mengejutkan keduanya mampu melaju ke partai semifinal. Perjuangan Atletico dan Chelsea di perempat final juga luar biasa.
Pada perempat final, Atletico sukses menahan imbang Barcelona, 1-1, di leg pertama. Los Cholchoneros kemudian mampu membuat Barcelona frustrasi di leg kedua dan akhirnya menang dengan agregat 2-1.
Sedangkan Chelsea, mereka sempat menelan kekalahan, 1-3, dari raksasa Perancis, Paris Saint Germain, di Parc de Prince. Ketika menjamu PSG di Stamford Bridge, The Blues sukses merontokkan Les Parisien dengan skor 2-0. Sebenarnya agregat kedua tim menjadi 3-3. Tapi, Chelsea unggul dalam hal gol tandang.
Dengan undian ini, kemungkinan yang terjadi untuk pertandingan pada partai final juga sangat menarik. Bisa saja final ulangan musim 2011/12 antara Bayern dan Chelsea terjadi.
Lalu, ada peluang untuk terjadinya derby Madrid di laga final. Dan dua kemungkinan lain adalah pertandingan final dihiasi laga antara Bayern versus Atletico atau Madrid kontra Chelsea.
Satu Rekor Bisa Pupus
Jika boleh diibaratkan, laga semifinal antara Madrid kontra Bayern bagaikan 'final kepagian'. Bagaimana tidak, kedua tim sedang bernafsu untuk mencatatkan rekor baru di Liga Champions.
Madrid punya ambisi untuk mencetak La Decima. Mereka ingin menjadi raja di Liga Champions dengan mengoleksi 10 gelar juara. Sedangkan, Bayern ingin menjadi tim pertama yang bisa menjuarai Liga Champions secara beruntun.
Sejak berubah format di musim 1992/93, belum ada yang bisa merebut trofi 'Si Kuping Besar' dalam dua musim berturut-turut. AC Milan adalah tim terakhir yang bisa menjuarai Liga Champions secara beruntun, musim 1988/89 dan 1989/90. Akan tetapi, saat itu formatnya masih Piala Champions.
"Tim kami dalam situasi yang sangat bagus. Kami berada di jalur untuk meraih tiga gelar lagi dan menjadi tim pertama yang akan mempertahankan Liga Champions. Saya tak sabar untuk melihat pertemuan dengan Madrid." kata perwakilan Bayern, Paul Breitner.
"Dua tim papan atas akan saling berhadapan. Pertandingan ini senilai dengan partai final. Anda cuma punya satu tujuan ketika berada di semifinal - mencapai final adalah harga mati," kata kapten Bayern, Phillip Lahm.
Pertandingan Madrid versus Bayern ternyata merupakan salah satu partai klasik di kompetisi kasta tertinggi antar klub Eropa ini. Dari catatan statistik, Madrid dan Bayern sudah bertemu sebanyak 20 kali.
Rekornya, Die Roten masih unggul atas Los Blancos. Mereka mampu menang di 11 kesempatan, imbang dua kali, dan dalam tujuh laga menelan kekalahan.
Tidak hanya kesulitan menundukkan Bayern, rekor buruk lain juga dimiliki oleh Madrid. Dalam 20 kali pertemuan itu, Madrid hanya mampu mencetak 26 gol saja. Dan mereka kebobolan sebanyak 33 kali.
Kemenangan terakhir Madrid atas Bayern terjadi di semifinal Liga Champions pada 2000 silam. Saat itu pula, Madrid sukses menjadi juara.
Tantangan Madrid untuk menekuk Bayern kembali bertambah. Sebabnya, adalah kehadiran Guardiola di kubu Bayern.
Sudah 19 kali Guardiola bertemu Madrid ketika masih menangani Barcelona. Guardiola hanya tiga kali menelan kekalahan ketika bertemu Madrid. Lima laga lain berakhir seri dan Guardiola mampu meraih 11 kemenangan.
Satu kelebihan yang dimiliki Madrid adalah kehadiran Carlo Ancelotti yang menduduki kursi pelatih kepala. Sebagai catatan, dari data Opta, Ancelotti sudah bertemu Bayern di 6 kesempatan. Dia belum pernah kalah ketika berhadapan dengan Bayern, enam kali menang dan dua seri.
"Sangat menarik. Kami kembali bertemu Bayern. Saya pikir pertandingan semifinal nanti akan semakin ketat," kata juru bicara Madrid, Emilio Butragueno, seperti dikutip situs resmi UEFA.
"Jika kami ingin juara, maka kami harus mengalahkan siapa saja, termasuk Bayern. Satu hal yang patut dicatat, Bayern memang tim yang bagus. Akan sangat sulit mengalahkan mereka. Namun, kami juga tidak bisa dengan mudah dikalahkan siapa pun," ungkap Don Carletto.
Dua Kuda Hitam Bertemu
Mungkin tidak akan ada yang menyangka, Atletico Madrid dan Chelsea akan melaju ke semifinal. Atletico menjadi tim yang tidak diunggulkan saat bertemu Barcelona di perempat final. Tapi, Los Cholchoneros mampu lolos dengan agregat 2-1 di dua pertemuan.
Bagi Atletico, kemenangan ini menjadi yang pertama bagi mereka dalam 40 tahun terakhir. Atletico terakhir kali tampil di semifinal turnamen Eropa pada 1974 silam.
Saat itu, Atletico bertemu dengan Glasgow Celtic. Dalam dua leg, mereka unggul dengan agregat 2-0. Sayang, di partai final Luis Aragones cs gagal meraih gelar juara.
Di laga pertama, mereka mampu menahan imbang Bayern. Tapi, pada pertandingan ulangan, Atletico dibantai 4-0.
Chelsea juga sudah diprediksi akan tersingkir ketika mereka kalah dengan skor 1-3 di Parc de Prince dari PSG. Dengan pengalaman serta mental kuat, Chelsea akhirnya lolos setelah menang dua gol tanpa balas di leg kedua.
Chelsea memiliki statistik yang lebih baik ketimbang Atletico. Dari dua pertemuan terakhir di Liga Champions, Chelsea tidak pernah kalah.
Keduanya bertempur pada fase penyisihan grup di musim 2009/10. Saat itu, Chelsea menang satu kali dan ditahan imbang di satu kesempatan.
Saat bertemu Atletico, manajer Chelsea, Jose Mourinho, juga punya rekor yang bagus. Dia memenangkan tiga laga dari empat pertemuannya dengan Atletico di semua ajang.
"Saya tidak terlalu memikirkan siapa yang akan menjadi lawan Atletico, semua sama saja. Ambisi kami adalah melangkah ke final," tegas gelandang andalan Atletico, Koke, seperti dilansir Mundo Deportivo.
Atletico memiliki masalah jelang laga melawan Chelsea. Mereka terancam tidak bisa memainkan penjaga gawang andalannya, Thibaut Courtois. Seperti diketahui, Courtois adalah kiper pinjaman dari Chelsea.
Ada isu yang menyebutkan, jika Atletico ingin menggunakan Courtois, maka mereka harus membayarkan sejumlah uang kepada Chelsea.
Namun, masalah itu selesai dalam sekejap. Usai undian digelar, UEFA menyatakan Courtois tetap bisa bertanding. Pihak UEFA menonaktifkan segala klasul yang merintangi klub untuk bisa menurunkan pemain dalam sebuah pertandingan di kancah Europa.
"Integritas kompetisi adalah prinsip fundamental UEFA," tulis UEFA dalam pernyataannya.
"Regulasi Liga Champions atau Liga Europa sudah menetapkan larangan bagi klub yang menggunakan atau mencoba menghalangi pemain lawan tampil atau tidak tampil dalam sebuah laga.
"Artinya ketetapan apapun dalam kontrak personal antara klub-klub terkait yang berfungsi untuk mempengaruhi pemain lawan untuk bisa tampil dinyatakan 'nol', dihindarkan dan tak dapat dilaksanakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar